Wisdom Today

" Sukses adalah berjalan dari satu kegagalan ke kegagalan lain tanpa kehilangan semangat." (Abraham Lincoln)

Senin, 04 April 2011

From Zero to Hero


Belakangan ini, saya belajar dan banyak membaca cerita sukses dari orang -orang terkaya di dunia atau orang yang dulunya miskin dan berubah hidupnya menjadi kaya raya.

Apa rahasianya ?
Kenapa mereka bisa berubah total kondisi keuangannya ?
Hari ini saya sharingkan perjalanan anak muda yang awalnya miskin dan menjadi legenda.

Biarlah melalui cerita ini, banyak orang yang terinspirasi unuk menjadi lebih baik.
Kalau Anda bisa mengoperasikan internet, maka saya yakin Anda pasti kenal websitenya anak muda ini.
Terkadang kesenangan atau hobi bisa mendatangkan uang melimpah yang mengalir terus ke rekening Anda.
Ya, sekedar hobi, bila dilakukan secar benar dan profesional akan menjadikan tambang emas buat Anda

Bangun tidurpun, langsung terasa semangatnya.
Apa hobi Anda yang paling kuat, sehingga bisa di explore menjadi ladang uang buat Anda.
 
Seperti kisah nyata ini
Awal 1996, saham perusahaan Yahoo! Milik Jerry Yang dan partnernya, David Filo, mencatat rekor keuntungan kedua tertinggu untuk hari pertama go public dalam sejarah ekonomi Amerika Serikat. Tahun 1997, dengan omzet tahunan kurang lebih US$ 70 Juta (setara dengan $50 Milyar rupiah), market kapitalisasi Yahoo! di pasar modal mencapai angka fantastis US$ 28 Milyar (atau 230 Trilyun rupiah) – atau 400 kali lipatnya.

Padahal tahun 1994, Jerry Yang (saat itu 26 tahun) “hanyalah” seorang mahasiswa program doktorat berkantong cekak, berkacamata tebal, yang tinggal di sekolah akibat kesulitan mendapatkan pekerjaan.

Masa lalu Jerry Yang tidak begitu manis. Lahir tahun 1968 di Taiwan, Jerry (Yang Chih-Yuan) ditinggal mati ayahnya saat ia baru berusia 2 tahun. Tahun 1978, ibunya, Lily, memboyong Jerry dan adiknya, Ken hijrah ke San Jose, California demi masa depan yang lebih baik. Karena rasa terimakasih atas pengorbanan sang ibu, dengan etos kerja a la Chinese perantauan yang ulet, Jerry selalu menjadi siswa teladan – bahkan lulus S1 dan S2 bidang Electrical Engineering dari Standford University (salah satu universitas paling ellite di USA) saat belum genap berusia 23 tahun.

Dari hobby menjadi kerajaan bisnis. Karena gemar mengotak-atik program computer dan Internet, Jerry dan teman baiknya, David, coba-coba mendirikan”bisnis separoh main-main” yang dinamai Yahoo! (singkatan dari Yet Another Hierarchical Officious Oracle; tanda ‘!’ ditambahkan semata-mata agar terlihat menarik). Awalnya, bisnis ini cuma sekedar website yang berfungsi seperti “Yellow Pages”nya kepada masyarakat umum secara cuma-cuma. Profit perusahaan diperoleh dari para pengiklan dan sponsor online.

Tak dinyana-nyana, demand akan jasa Yahoo! mambanjir, 20 juta surfers memasuki situs Yahoo! setiap harinya. Sponsor-sponsor kelas kakap pun berebutan antre untuk beriklan (sebut saja Procter & Gamble – gurita consumer goods amerika; Citibank; Disney’s; Southeast Airlines;  MCI – raksasa telekomunikasi amerika; dan stasion TV kawakan, ABC). Investor-investor caliber pun segera merubungnya. Nama-nama tenar di industri computer seperti : Metricom, Netscape, dan venture compitalist Menlo Park (Sequoia Capital group), bergegas menjejali Yahoo! dengan modal.

Jerry tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Dibajaknya eksekutif-eksekutif top Amerika sebagai langkah pertama profesionalisasi manajemen (salah satunya Tim Koogle, Eksekutif senior Motorola, sebagai CEO). Jerry juga melebarkan bidang layanannya meliputi jasa : e-mail gratis, majalah “Yahoo! Internet Life” dan Yahoo! edisi Jerman, Prancis, Korea, dan Jepang (berpartner dengan Masayoshi Son, “Bill Gates”nya jepang).

Jerry, anaka “ kemarin sore” itu, mendadak sontak tercatatat sebagai salah satu orang muda terkaya dalam sejarah Amerika Serikat – selevel dengan Bill Gates, bahkan jauh melampaui actor-aktris papan atas Hollywood atau superstar sport dunia sekelas Michael Jordan dan David Beckham.

Yang patut di puji, Jerry tetaplah Jerry yang sederhana dan hemat. Dia masih kerap dating ke kantor dengan T-Shirt, celana jeans, tanpa alas kaki. Dia juga selalu menggunakan kelas ekonomi setiap kali terbang. “Saya tidak tahu berapa nilai kekayaansaya. Saya masih berumur 36 tahun dan tidak terlalu membutuhkan banyak uang. Lagipula, saya juga tidak ingin punya terlalu banyak uang. Saya tidak terlalu gemar membayar pajak.”

Lebih menarik lagi komentar Jerry tentang Microsoft, “You never, ever try to complete with Microsoft. And even if they want to compete with you, you should RUN AWAY and do something else

Bagaimana dengan Anda? masih mau ngak Anda mengembangkan hobi untuk sesuatu yang berguna dan berdampak buat orang lain.Coba gali dan kembangkan apa yang menjadi kesukaan dan kegemaran Anda.Siapa tau Anda milyader berikutnya???

Perlu keseimbangan Hidup


Hari ini ,saya tergugah dengan sebuah pesan singkat di blackberry saya yang mengingatkan saya, bahwa perlunya keseimbangan dalam hidup ini. Apa yang sebenarnya saya dan Anda cari dalam hidup ini ?
Dale Carnegie pernah berkata" Orang yang memulai tanpa tujuan yang pasti. Pada umumnya tidak akan sampai kemanapun "

Hari berganti hari, semuanya serba cepat .. apakah sama dengan perasaan Anda sekarang? waktu seakan tak pernah lambat untuk bergerak...

Dalam hidup ini, apa yang lebih utama kebutuhan ego atau keseimbangan hidup?
 

Apapun yang menjadi jawaban Anda pastilah selalu benar. Tapi hari ini saya mau mengingatkan... ya, hanya sekedar mengingatkan dan membantu Anda menuju tujuan yang jelas dalam kehidupan ini
 

Apa arti waktu buat Anda ?
Mungkin cerita ini, akan membantu Anda untuk lebih jelas arti keseimbangan waktuKalaupun cerita ini pernah Anda baca atau dengar, biarlah bisa jadi perenungan ulang.

Ada seorang Kaisar yang mengatakan kepada penunggang kudanya yang setia mengabdi, apabila ia bisa mengendarai kudanya & menjangkau wilayah sebanyak yang ia mampu, maka sang Kaisar akan memberikan wilayah sebanyak yang ia jangkau.

Tentu saja, sang penunggang kuda segera melompat naik ke atas kudanya & secepat mungkin pergi  melakukannya.
Dia terus memacu & memacu, mencambuk kudanya.
Ketika ia merasa lapar atau lelah, dia tidak berhenti karena dia sangat ingin memperoleh wilayah sebanyak mungkin.

Pada akhirnya, saat ia telah menjangkau wilayah yang cukup besar, ia kelelahan & sekarat.

Sang penunggang kuda lalu bertanya kepada dirinya sendiri, “Mengapa aku memaksa diriku begitu keras untuk menjangkau begitu banyak?

Sekarang aku sekarat & aku hanya memerlukan sebidang tanah yang sangat kecil untuk menguburkan diriku sendiri.”

Kisah di atas sama dengan perjalanan hidup kita.

Tiap hari kita memaksa diri dengan keras untuk mengumpulkan uang, kekuasaan atau ketenaran. Kita mengabaikan kesehatan, waktu bersama keluarga, sahabat, lingkungan sekitar & hobi yang kita sukai.

Saat kita melihat ke belakang, kita akan menyadari bahwa sebenarnya kita tak membutuhkan sebanyak itu, namun kita tak bisa mengembalikan waktu yang terlewatkan.

Hidup ini bukan hanya bekerja menghasilkan uang, mendapatkan kekuasaan atau ketenaran. Hidup adalah keseimbangan antara bekerja & bermain, untuk keluarga, sahabat & waktu.

Memang kita menilai diri sendiri dengan apa yang kita rasa mampu untuk dilakukan, walau orang lain menilai kita dengan apa yang telah kita lakukan...jagalah keseimbangan waktu anda sekarang ...