Wisdom Today

" Sukses adalah berjalan dari satu kegagalan ke kegagalan lain tanpa kehilangan semangat." (Abraham Lincoln)

Selasa, 18 Januari 2011

Moment to Share

Hari ini saya merasakan kegembiraaan,saat memberikan sesuatu yang saya sukai ke orang yang tidak saya kenal dekat.

Bagaimana rasa dan perasaan orang tersebut terpancar dari senyum lebarnya ?
Apa efek bahagianya sangat dalam artinya ?
Apa  ini yang disebut dengan Philanthropy ?

Kata ini berasal dari bahasa yunani yang berarti philos= kasih dan anthropos= manusia.
sama seperti halnya Bill Gates yang telah menyumbang 28 milliar dolarnya dan Andrew Carneige yang telah menyumbangkan 90% dari kekayaannya setelah ia pensiun,mereka lakukan itu untuk kepentingan bersama dan membuat dunia menjadi lebih baik.

Mereka tahu persis ,bahwa tangan diatas jauh lebih baik daripada tangan dibawah.
Banyak hal yang bisa kita lakukan bila mau berbagi..
Ada satu kebahagiaan tersendiri dalam hati saat kita merelakan dan merindukan untuk berbagi ..
Bicara tentang berbagi ,saya teringat cerita lucu yang membuat kenangan mendalam..
Setiap saya ceritakan kisah ini,selalu ingin rasanya ketawa...
bagaimana dengan Anda ?

Ceritanya begini :Ada sepasang kakek-nenek datang kerestoran Mc Donald, dengan saling bergandengan tangan
Mereka duduk disebuah bangku panjang berdua, disampingku.

Si kakek segera berdiri dan memesan makanan, sebuah hamburger, seporsi kentang goreng dan segelas minuman. Setelah itu kembali duduk, membagi hamburger jadi 2 bagian, menghitung kentang goreng dengan cermat dan membagi adil dengan si nenek, kemudian mengambil dua sedotan, menaruh gelas minuman tepat ditengah meja.

Aku memperhatikan tingkah sepasang kakek-nenek itu dengan salut & kagum, pikirku...
"Wah sudah tua-tua begitu masih bisa saling berbagi & mengasihi.... sungguh patut dijadikan contoh..."

Si kakek kemudian mulai makan bagiannya, sementara si nenek hanya memperhatikan.
Akupun merasa kasihan, akhirnya mendekat sembari menyodorkan kentangku yang Super Size dan berkata:"Kek ambillah ini..."
Si Kakek jawab: "Tidak usah cu..terima kasih.. kami selalu berbagi makanan yang sama".

Sampai si kakek selesai makan, mengelap mulut dengan tissue, si nenek masih saja menunggu tanpa menyentuh makanan bagiannya.

Akupun mendekat lagi, kali ini berkata: "Nek, boleh saya belikan makanan yang lain, mungkin nenek tidak suka yang ini?"
Si Nenek jawab: "Tidak cu...terimakasih.."

Lalu Aku bertanya lagi, "Kalau begitu kenapa makanannya tidak dimakan, katanya kalian suka berbagi?"

Kata si Nenek, "NENEK SEDANG NUNGGUIN KAKEK MAKAN....GIGI NYA MASIH DI PAKE SAMA KAKEK.... ooohhh, indahnya Berbagi! ‎

Serukan ceritanya ?
Semoga Anda semua yang membaca tulisan ini bisa lebih setia dan mau berbagi terus..

Jumat, 14 Januari 2011

Apa arti cukup ?

Apa kabar kawan ?
Bagaimana dengan rencana kerja hari ini ?
Saat saya menulis ini ,kondisi hujan dan cuaca gelap ...
membuat setiap orang untuk malas beraktifitas dan rasanya mau menikmati hari dengan selimut aja...

Tapi jam menunjukan " HARUS KERJA !
Apa yang harus kita pilih ?

Tidur dirumah dengan selimut yang tebal, sehingga badan hangat dan mimpi indah atau kita tetap bekerja ,walau badan ini maunya tidur ?
Bahkan ada tertulis: Kalau Anda tidak bekerja ,jangan makan !
Makanya bertambah hari, manusia semakin pintar dalam menghasilkan uang
Ada berbagai konsep kerja yang membuat seseorang bisa disebut Pasive Income..

Kalau dibilang cukup ? apa itu Cukup ?
Ada cerita yang mungkin jadi inspirasi

Alkisah, seorang petani menemukan sebuah mata air ajaib. Mata air itu bisa mengeluarkan kepingan uang emas yang tak terhingga banyaknya.

Mata air itu bisa membuat si petani menjadi kaya raya seberapapun yang diinginkannya, sebab kucuran uang emas itu baru akan berhenti bila si petani mengucapkan kata "cukup".

Seketika si petani terperangah melihat kepingan uang emas berjatuhan di depan hidungnya. Diambilnya beberapa ember untuk menampung uang kaget itu. Setelah semuanya penuh, dibawanya ke gubug mungilnya untuk disimpan disana.

Kucuran uang terus mengalir sementara si petani mengisi semua karungnya, seluruh tempayannya, bahkan mengisi penuh rumahnya. Masih kurang! Dia menggali sebuah lubang besar untuk menimbun emasnya. Belum cukup, dia membiarkan mata air itu terus mengalir hingga akhirnya petani itu mati tertimbun bersama ketamakannya karena dia tak pernah bisa berkata cukup.

Kata yang paling sulit diucapkan oleh manusia barangkali adalah kata "cukup". Kapankah kita bisa berkata cukup?
Hampir semua pegawai merasa gajinya belum bisa dikatakan sepadan dengan kerja kerasnya.

Pengusaha hampir selalu merasa pendapatan perusahaannya masih dibawah target.
Istri mengeluh suaminya kurang perhatian. Suami berpendapat istrinya kurang pengertian. Anak-anak menganggap orang tuanya kurang murah hati.
Semua merasa kurang dan kurang. Kapankah kita bisa berkata cukup?

Cukup bukanlah soal berapa jumlahnya.

Cukup adalah persoalan kepuasan hati. Cukup hanya bisa diucapkan oleh orang yang bisa mensyukuri.

Tak perlu takut berkata cukup.Mengucapkan kata cukup bukan berarti kita berhenti berusaha dan berkarya...
"Cukup" jangan diartikan sebagai kondisi stagnasi, mandeg dan berpuas diri. Mengucapkan kata cukup membuat kita melihat apa yang telah kita terima, bukan apa yang belum kita dapatkan. Jangan biarkan kerakusan manusia membuat kita sulit berkata cukup.
Belajarlah mencukupkan diri dengan apa yang ada pada diri kita hari ini, maka kita akan menjadi manusia yang berbahagia.

Apakah Anda setuju ?
Bahwa sukses tidak selalu diukur dengan harta ataupun popularitas ,sukses juga diukur dengan Kedewasaan Karakter...
Daniel Chang ::: Memberikan Motivasi Pada Peserta Seminar

1001 BURUNG KERTAS

Tadi pagi saat saya membuka email ,saya mendapatkan sebuah cerita artikel yang cukup menarik untuk saya sharingkan ke Anda semua hari ini. Mungkin ceritanya pernah Anda baca atau pernah didengar,namun saya merasa ini baik untuk diceritakan ulang



Coba Anda resapi cerita ini !

Reo dan July adalah sepasang kekasih yang serasi walaupun keduanya berasal dari keluarga yang jauh berbeda latar belakangnya. Keluarga July berasal dari keluarga kaya raya dan serba berkecukupan, sedangkan keluarga Reo hanyalah keluarga seorang petani miskin yang menggantungkan kehidupannya pada tanah sewaan.

Dalam kehidupan mereka berdua, Reo sangat mencintai July. Reo telah melipat 1000 buah burung kertas untuk July dan July kemudian menggantungkan burung-burung kertas tersebut pada kamarnya. Dalam tiap burung kertas tersebut Reo telah menuliskan harapannya kepada July. Banyak sekali harapan yang telah Reo ungkapkan kepada July. “Semoga kita selalu saling mengasihi satu sama lain”,”Semoga Tuhan melindungi July dari bahaya”,”Semoga kita mendapatkan kehidupan yang bahagia”,dsb. Semua harapan itu telah disimbolkan dalam burung kertas yang diberikan kepada July.

Suatu hari Reo melipat burung kertasnya yang ke 1001. Burung itu dilipat dengan kertas transparan sehingga kelihatan sangat berbeda dengan burung-burung kertas yang lain. Ketika memberikan burung kertas ini, Reo berkata kepada July: “ July, ini burung kertasku yang ke 1001. Dalam burung kertas ini aku mengharapkan adanya kejujuran dan keterbukaan antara aku dan kamu. Aku akan segera melamarmu dan kita akan segera menikah. Semoga kita dapat mencintai sampai kita menjadi kakek nenek dan sampai Tuhan memanggil kita berdua ! “

Saat mendengar Reo berkata demikian, menangislah July. Ia berkata kepada Reo : “ Reo, senang sekali aku mendengar semua itu, tetapi aku sekarang telah memutuskan untuk tidak menikah denganmu karena aku butuh uang dan kekayaan seperti kata orang tuaku!” Saat mendengar itu Reo pun bak disambar geledek. Ia kemudian mulai marah kepada July. Ia mengatai July matre, orang tak berperasaan, kejam, dan sebagainya. Akhirnya Reo meninggalkan July menangis seorang diri.

Reo mulai terbakar semangatnya. Ia pun bertekad dalam dirinya bahwa ia harus sukses dan hidup berhasil. Sikap July dijadikannya cambuk untuk maju dan maju. Dalam Sebulan usaha Reo menunjukkan hasilnya. Ia diangkat menjadi kepala cabang di mana ia bekerja dan dalam setahun ia telah diangkat menjadi manajer sebuah perusahaan yang bonafide dan tak lama kemudian ia mempunyai 50% saham dari perusahaan itu. Sekarang tak seorangpun tak kenal Reo, ia adalah bintang kesuksesan.

Suatu hari Reo pun berkeliling kota dengan mobil barunya. Tiba-tiba dilihatnya sepasang suami-istri tua tengah berjalan di dalam derasnya hujan. Suami istri itu kelihatan lusuh dan tidak terawat. Reo pun penasaran dan mendekati suami istri itu dengan mobilnya dan ia mendapati bahwa suami istri itu adalah orang tua July. Reo mulai berpikir untuk memberi pelajaran kepada kedua orang itu, tetapi hati nuraninya melarangnya sangat kuat. Reo membatalkan niatnya dan ia membuntuti kemana perginya orang tua July.

Reo sangat terkejut ketika didapati orang tua July memasuki sebuah makam yang dipenuhi dengan burung kertas. Ia pun semakin terkejut ketika ia mendapati foto July dalam makam itu. Reo pun bergegas turun dari mobilnya dan berlari ke arah makam July untuk menemui orang tua July.

Orang tua July pun berkata kepada Reo :”Reo, sekarang kami jatuh miskin. Harta kami habis untuk biaya pengobatan July yang terkena kanker rahim ganas. July menitipkan sebuah surat kepada kami untuk diberikan kepadamu jika kami bertemu denganmu.” Orang tua July menyerahkan sepucuk surat kumal kepada Reo.

Reo membaca surat itu. “Reo, maafkan aku. Aku terpaksa membohongimu. Aku terkena kanker rahim ganas yang tak mungkin disembuhkan. Aku tak mungkin mengatakan hal ini saat itu, karena jika itu aku lakukan, aku akan membuatmu jatuh dalam kehidupan sentimentil yang penuh keputusasaan yang akan membawa hidupmu pada kehancuran. Aku tahu semua tabiatmu Reo, karena itu aku lakukan ini. Aku mencintaimu Reo................................

July “ Setelah membaca surat itu, menangislah Reo. Ia telah berprasangka terhadap July begitu kejamnya. Ia pun mulai merasakan betapa hati July teriris-iris ketika ia mencemoohnya, mengatainya matre, kejam dan tak berperasaan. Ia merasakan betapa July kesepian seorang diri dalam kesakitannya hingga maut menjemputnya, betapa July mengharapkan kehadirannya di saat-saat penuh penderitaan itu. Tetapi ia lebih memilih untuk menganggap July sebagai orang matre tak berperasan.July telah berkorban untuknya agar ia tidak jatuh dalam keputusasaan dan kehancuran.

Cinta bukanlah sebuah pelukan atau ciuman tetapi cinta adalah pengorbanan untuk orang yang sangat berarti bagi kita

Bukankan kita pernah ,mengambil satu kesimpulan terlalu cepat ?
Pernahkah kita merasakan pengalaman serupa ? saya pernah ,dan ceritanya hampir mirip hanya bedanya kami sekarang masing-masing punya keluarga...

Tapi kejadian putus cinta tersebut,mampu meningkatkan potensi dalam diri saya juga..
Semoga bermanfaat