Wisdom Today

" Sukses adalah berjalan dari satu kegagalan ke kegagalan lain tanpa kehilangan semangat." (Abraham Lincoln)

Jumat, 14 Januari 2011

Apa arti cukup ?

Apa kabar kawan ?
Bagaimana dengan rencana kerja hari ini ?
Saat saya menulis ini ,kondisi hujan dan cuaca gelap ...
membuat setiap orang untuk malas beraktifitas dan rasanya mau menikmati hari dengan selimut aja...

Tapi jam menunjukan " HARUS KERJA !
Apa yang harus kita pilih ?

Tidur dirumah dengan selimut yang tebal, sehingga badan hangat dan mimpi indah atau kita tetap bekerja ,walau badan ini maunya tidur ?
Bahkan ada tertulis: Kalau Anda tidak bekerja ,jangan makan !
Makanya bertambah hari, manusia semakin pintar dalam menghasilkan uang
Ada berbagai konsep kerja yang membuat seseorang bisa disebut Pasive Income..

Kalau dibilang cukup ? apa itu Cukup ?
Ada cerita yang mungkin jadi inspirasi

Alkisah, seorang petani menemukan sebuah mata air ajaib. Mata air itu bisa mengeluarkan kepingan uang emas yang tak terhingga banyaknya.

Mata air itu bisa membuat si petani menjadi kaya raya seberapapun yang diinginkannya, sebab kucuran uang emas itu baru akan berhenti bila si petani mengucapkan kata "cukup".

Seketika si petani terperangah melihat kepingan uang emas berjatuhan di depan hidungnya. Diambilnya beberapa ember untuk menampung uang kaget itu. Setelah semuanya penuh, dibawanya ke gubug mungilnya untuk disimpan disana.

Kucuran uang terus mengalir sementara si petani mengisi semua karungnya, seluruh tempayannya, bahkan mengisi penuh rumahnya. Masih kurang! Dia menggali sebuah lubang besar untuk menimbun emasnya. Belum cukup, dia membiarkan mata air itu terus mengalir hingga akhirnya petani itu mati tertimbun bersama ketamakannya karena dia tak pernah bisa berkata cukup.

Kata yang paling sulit diucapkan oleh manusia barangkali adalah kata "cukup". Kapankah kita bisa berkata cukup?
Hampir semua pegawai merasa gajinya belum bisa dikatakan sepadan dengan kerja kerasnya.

Pengusaha hampir selalu merasa pendapatan perusahaannya masih dibawah target.
Istri mengeluh suaminya kurang perhatian. Suami berpendapat istrinya kurang pengertian. Anak-anak menganggap orang tuanya kurang murah hati.
Semua merasa kurang dan kurang. Kapankah kita bisa berkata cukup?

Cukup bukanlah soal berapa jumlahnya.

Cukup adalah persoalan kepuasan hati. Cukup hanya bisa diucapkan oleh orang yang bisa mensyukuri.

Tak perlu takut berkata cukup.Mengucapkan kata cukup bukan berarti kita berhenti berusaha dan berkarya...
"Cukup" jangan diartikan sebagai kondisi stagnasi, mandeg dan berpuas diri. Mengucapkan kata cukup membuat kita melihat apa yang telah kita terima, bukan apa yang belum kita dapatkan. Jangan biarkan kerakusan manusia membuat kita sulit berkata cukup.
Belajarlah mencukupkan diri dengan apa yang ada pada diri kita hari ini, maka kita akan menjadi manusia yang berbahagia.

Apakah Anda setuju ?
Bahwa sukses tidak selalu diukur dengan harta ataupun popularitas ,sukses juga diukur dengan Kedewasaan Karakter...
Daniel Chang ::: Memberikan Motivasi Pada Peserta Seminar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar